Pra-Perkawinan Pemkot Denpasar Adakan Konseling

Denpasar, Bali – Pemerintah Kota Denpasar dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Denpasar bersinergi dengan Yayasan Sarwa Sukhinah Bhawantu mengadakan konseling pra-perkawinan bagi calon pengantin di Samsara Living Museum Karangasem, Bali, Sabtu (26/6) Minggu (27/6).

Ketua Yayasan Yayasan Sarwa Sukhinah Bhawantu Ida Ayu Alit Maharatni di Karangasem, Sabtu, mengatakan kegiatan ini sebagai pembelajaran siklus kehidupan. Karena itu perlu diketahui sebelum kelahiran pasti diawali dengan perkawinan.

Oleh sebab itu, kata dia, sebelum melangsungkan perkawinan harus mempersiapkan diri dengan baik, salah satunya dengan kegiatan konseling pra-perkawinan ini.

“Kegiatan konseling pra-perkawinan ini diikuti 12 pasang calon pengantin dari Kota Denpasar. Materi yang diberikan ada lima, yakni tentang agama, hukum, psikologi, kesehatan reproduksi dan finansial. Selain itu peserta juga praktek langsung cara memasak dan membersihkan rumah atau bale,” katanya.

Ia mengatakan melalui konseling tersebut diharapkan menjadi langkah-langkah preventif, efektif untuk membentengi calon calon orang tua untuk saling mendukung, saling menguatkan dan saling menjaga satu sama lain. Inilah momentum yang baik bagi peserta untuk mengisi diri dengan menguatkan dan saling menjaga satu sama yang lain.

Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan kegiatan konseling pra-perkawinan merupakan praktek langsung yang diberikan kepada calon pengantin.

Ia mengatakan sebelumnya telah diberikan materi dan pemahaman kesehatan reproduksi stunting dan membuat sesaji (kuangen dan canang sari) kepada calon pengantin di Gedung Santi Graha Denpasar pada 12 hingga 20 Juni lalu.

Menurut Sagung Antari, perkawinan itu tidak dimulai dari pra-pernikahan dan berakhir di pesta. Namun perkawinan itu baru dimulai setelah para undangan pulang atau pesta berakhir.

“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih banyak kepada peserta menjadi pionir-pionir dalam mewujudkan mimpi-mimpi keluarga sejahtera
dan bahagia,” kata Sagung Antari

Sagung Antari mengharapkan peserta membuat testimoni apakah kegiatan ini berdampak positif atau tidak. Semoga apa yang diberikan disini bisa bermanfaat.

“Untuk itu saya harapkan peserta untuk menekuni dan mengikuti sampai hari terakhir acara. Sehingga nantinya setelah menikah bisa menjalankan semua arahan dan materi yang diberikan dalam kegiatan ini,” ujarnya. (Ant)