Pemkot Denpasar Gencar Perbanyak TPS 3R

Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar, Bali gencar memperbanyak pembangunan tempat pengolahan sampah berbasis sumber, dan penguatan dalam pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah “Reduce-Reuse-Recycle” (TPS 3R) serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka Pelatihan Manajemen Pengelolaan TPS 3R oleh tenaga operasional TPS 3R desa/kelurahan di Denpasar, Senin, mengatakan pemkot mengajak seluruh masyarakat dapat turut serta mendukung membiasakan diri dengan memilah sampah dari rumah.

Ia mengatakan pembangunan TPS 3R di 11 lokasi dan TPST di satu lokasi mampu memberikan perubahan pola pikir bersama dalam pengelolaan sampah. Sebelumnya lokasi pengelolaan sampah yang terkesan jorok dan menimbulkan bau, namun keberadaan TPS 3R dan TPST dengan manajemen pengelolaan serta di tunjang infrastruktur yang baik dapat menjadi tempat yang nyaman.

Ia mencontohkan keberadaan TPST Kesiman Kertalangu dengan manajemen pengelolaan yang baik dapat mengolah sampah menjadi pelet, hingga kompos. Dalam areal TPST juga dapat dilakukan kegiatan seperti berkebun, pembudidayaan lele, hingga menjadi tempat berdiskusi sembari menikmati kuliner.

“Dalam pengolahan sampah kita memiliki pemikiran yang sama, dalam pengolahannya yang ujungnya akan menjadi pelet maupun hasil lainnya sehingga dari sampah mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan manajemen pengelolaan sampah juga didukung dengan regulasi yang disertai dengan penerapan sanksi bagi masyarakat yang melanggar dalam mengelola sampah. Langkah ini nantinya dapat bersama-sama pemerintah dan masyarakat merubah pola pikir dalam pengelolaan sampah, yang tentunya telah dipersiapkan dengan pembangunan dan manajemen pengelolaan dan pengolahan sampah yang baik di setiap TPS 3 R maupun TPST yang ada di desa/kelurahan.

Wakil Wali Kota Arya Wibawa juga mengapresiasi masyarakat Kota Denpasar yang telah memilah sampah dari sumbernya. Namun dukungan ini juga diingatkan bagi para petugas agar pada saat pengangkutan tidak menggabungkan lagi sampah organik dan anorganik yang telah dipilah oleh masyarakat.

“Kami mengapresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung program pemerintah dalam mengelola sampah dari sumbernya, serta para petugas dari pengelola sampah untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas DLHK Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa mengatakan pelaksanaan pelatihan ini melibatkan narasumber dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana dan Pengurus Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) Denpasar.

Kegiatan pelatihan melibatkan peserta dari delapan desa/kelurahan yang telah mendapatkan program revitalisasi TPS 3R, maupun pembangunan TPS 3R. Pelaksanana dibagi menjadi dua sesi dengan materi pembuatan kompos hingga pengelolaan TPST dan TPS 3R.

“Pemkot Denpasar melalui DLHK Denpasar melaksanakan upaya pengurangan sampah yang gencar dalam pengelolaan dan pembangunan TPST dan TPS 3R,” ujarnya.(Ant)