Pelindo kembangkan Pelabuhan Benoa jadi Bali Maritime Tourism Hub

Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) terus mengembangkan Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub agar memberikan nilai tambah pariwisata di Pulau Dewata.

“Patung Ikan Barong (Lion Fish) di Mandala Utara setinggi 32 meter menyambut siapa pun yang memasuki kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar dari arah gerbang atau dari Jalan Tol Mandara,” kata Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Mulyono di Jakarta, Senin.

Ali menjelaskan patung yang didesain oleh I Wayan Kastawan dan dibangun oleh I Wayan Winten ini menjadi penanda baru Pelabuhan Benoa bertransformasi menjadi Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

BMTH merupakan salah satu proyek strategis nasional yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Saat ini di Benoa terdapat pelabuhan ikan, terminal curah cair dan LNG (Liquified Natural Gas), marina untuk yacht, serta dermaga dan terminal untuk penumpang kapal wisata.

Sebagai daya tarik wisatawan, di dalam kawasan Pelabuhan Benoa telah dilakukan penataan zona pariwisata. Selain itu juga dibangun Plaza UMKM untuk menampung cenderamata yang dibuat UMKM.

Area pelabuhan eksisting yang merupakan kawasan pengembangan BMTH sebagian selesai dibangun pada 2019-2022 dan terminal penumpangnya telah diperluas, dengan daya tampung 3.000 orang dari sebelumnya seribu orang. Dermaga timur sedang ditambah 160 meter.

Kedalaman kolam labuh (draft) diperdalam dari menjadi minus 12 meter agar bisa menampung kapal-kapal wisata besar.

“Progres perpanjangan dermaga timur sudah 91,2 persen. Pengerukan alur dan kolam Pelabuhan Benoa juga sedang dikerjakan,” kata Ali.

Pelindo juga sedang merelokasi terminal curah cair dan LNG di dermaga selatan ke area utara.

Ia menambahkan pengembangan BMTH sebagai kawasan pariwisata terpadu menyediakan seluruh kebutuhan pariwisata mulai dari akomodasi, hiburan, sampai cenderamata, sehingga diharapkan bisa menarik semakin banyak wisatawan asing.

“Tujuan lainnya adalah memperpanjang rata-rata lama menginap wisatawan asing yang masuk melalui Benoa. Makin lama kapal sandar akan membawa manfaat yang makin besar,” kata Ali. (Ant)