Wali Kota Denpasar Jadi Pembicara Pertemuan Inklusif Unesco-Apeksi

Denpasar, Bali, – Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menjadi pembicara pada Pertemuan Tingkat Tinggi Wali Kota Inklusif Indonesia yang digagas oleh UNESCO serta Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Kami melaksanakan program pembangunan yang memberikan perhatian serius bagi penyandang disabilitas,” kata Wali Kota Rai Mantra, melalui siaran pers yang diterima di Denpasar, Bali, Jumat.

Ia mengatakan Kota Denpasar melakukan berbagai inovasi guna mewujudkan kota inklusif, diantaranya rumah berdaya, pusat pelayanan disabilitas, penerapan gedung dan bangunan ramah disabilitas dan masih banyak lainnya.

Setelah dinobatkan sebagai kota inklusi tahun 2016, Kota Denpasar terus berinovasi guna memberikan pelayanan maksimal berbasis kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Hal ini dilakukan dengan membentuk ekosistem terintegrasi melalui Difa Link (Difabelitas Portal).

Ia mengatakan program tersebut mengatur berbagai cakupan secara terintegrasi mulai dari skill (kemampuan), beasiswa, donasi, lokasi wisata, dan bursa kerja.

“Saat ini di Kota Denpasar penyandang disabilitas telah memiliki kesetaraan dan diberdayakan sehingga tidak ada lagi yang namanya ‘pasung’, dan mereka juga memiliki kesetaraan dengan peluang yang sama, salah satunya di dunia pendidikan, olahraga dan dunia kerja, jadi tidak ada diskriminasi, bahkan mereka bebas berkreativitas,” ujar Rai Mantra.

Rai Mantra menambahkan dengan adanya Disabilitas Portal ini seluruh penyandang disabilitas bersama pemangku kepentingan dapat berkomunikasi guna meningkatkan kualitas hidup (quality of life).

“Kami berharap ke depannya disabilitas dapat terus berkreativitas dan menghasilkan karya kreatif dan mampu bersaing di dunia kerja sebagai implementasi Denpasar Kota Inklusif, serta penanganan disabilitas merupakan kerja sama lintas OPD secara holistik yang mampu menghasilkan rumusan inovasi yang terintegrasi,” kata Rai Mantra.